Ads 468x60px

Sabtu, 25 Juni 2011

Karakteristik penyerap suara

sumber : http://adys.blog.uns.ac.id


Ada 3 macam penyerap suara yang secara teknis sering digunakan :
1. Bahan Porous
Bahan Porous yaitu penyerapan energi suara secara mikroskopis disebabkan oleh perubahan energi suara menjadi energi lain
2. Membran Penyerap
Membran Penyerap yaitu lembaran bahan solid (tidak berporous) yang dipasang dengan lapisan udara dibagian belakangnya (air space backing). Bergetarnya panel ketika menerima energi suara serta transfer energi getaran tersebut ke lapisan udara menyebabkan terjadinya efek penyerapan suara.
3. Rongga Penyerap
Rongga Penyerap yaitu rongga udara dengan volume tertentu yang dapat di rancang berdasarkan efek resonator Helmhozt. Efek osilasi udara pada bagian leher (neck) yang terhubung ketika menerima energi suara menghasilkan efek penyerapan suara.
Beberapa sifat dasar absorpsivitas bahan porous :
  1. Merupakan fungsi frekuensi
  2. Tergantung pada massa jenisnya (ρ) dalam kg/m3 atau kg/m2.
Semakin besar massa jenisnya, resistansi terhadap aliran semakin besar dan nilai ά besar.
  1. Bergantung pada ketebalan untuk massa jenis yang sama.
  2. Bergantung pada penempatannya relatif terhadap alas.
Jika ada lapisan udara maka terjadi peningkatan nilai koefisien absorpsi pada daerah frekuensi rendah.
Penyerapan bunyi
Yaitu penyerapan energi bunyi oleh lapisan permukaan tertentu memiliki koefisien penyerapan yang tertentu pula.Terdapat beberapa jenis penyerap suara,yaitu :
-Penyerapan bahan berpori,berfungsi mengubah energi bunyi menjadi energi panas melalui gesekan dengan molekul udara.Pada frekuensi tinggi,semakin tebal lapisan bahan penyerap akan semakin efisien.Misalnya serat kacang,serat kayu,papan serat(fiber board),dan lain-lain.
-Penyerap panel bergetar,berfungsi sebagai pengubah energi bunyi menjadi energi getaran.Penyerap ini akan bekerja dengan baik pada frekuensi rendah,misalnya kaca,pintu,panel kayu.
-Penyerapan resonator rongga,berfungsi untuk mengurangi energi melalui gesekan dan interefleksi pada lubang dalam yang bekerja pada frekuensi rendah,contohnya sound block,resonator panel berlubang dan resonator celah.
Penyerapan bunyi
Bahan lembut berpori dan kain serta juga manusia,menyerap sebagian besar gelombang bunyi yang menumbuk mereka,dengan kata lain, mereka adalah penyerap bunyi.Jumlah panas yang di hasilkan pada perubahan energi ini adalah sangat kecil,sedang kecepatan perambatan gelombang bunyi tidak dipengaruhi oleh penyerapan.
Sebenarnya semua bahan bangunan menyerap bunyi sampai batas tertentu,tetapi pengendalian akustik bangunan yang baik membutukan penggunaan bahan-bahan dengan tingkat penyerapan bunyi yang tinggi.
Dalam akustik lingkungan unsur-unsur berikut dapat menunjang penyerapan bunyi :
a.Lapisan permukaan dinding,lantai dan atap.
b.Isi ruang seperti penonton,bahan tirai,tempat duduk dengan lapisan lunak,karpet.
c.Udara dalam ruang.
Merupakan suatu kebiasaan standar untuk membuat daftar nilai koefisien penyerapan bunyi pada wakil frekuensi standar yang meliputi bagian yang paling penting dari jangkauan frekuensi audio,yaitu pada 125,250,500,1000,2000 dan 4000 Hz atau 128,256,512,1024,2048,4096 Hz.
Metode Pengukuran ά Untuk Bahan Porous dalam Ruang Dengung.
  1. Metode Waktu Dengung
Metode ini dilakukan di dalam ruang dengung (reverberation chamber). Ruang dengung adalah ruang Lab khusus yang seluruh permukaannya bersifat sangat reflektif dan diffuse, serta tidak ada satupun permukaannya yang sejajar, untuk menciptakan medan diffuse pada seluruh titik dalam ruang. Dalam cara ini, dilakukan 2 kali pengukuran RT: dalam kondisi ruang dengung kosong dan setelah bahan yang diukur dipasangkan pada salah satu permukaan ruang dengung (biasanya di lantai). Dari perbedaan RT ini kemudian dihitung harga koefisien serap (koefisien absorpsi). Koefisien yang terukur tentu saja bukan hanya arah tegak lurus, tetapi arah datang suara secara keseluruhan (random). Harga koefisien serap yang diukur dengan cara inilah yang biasanya digunakan sebagai standard koefisien absorbsi bahan akustik.
  1. Metode Tabung Impedansi 2 mikropon
Pada cara ini, bahan diletakkan di salah satu ujung tabung, dan sumber suara di ujung yang lain. Dua microphone yang diletakkan diantaranya (dalam konfigurasi 1 garis atau berhadapan) kemudian digunakan untuk mengukur perbedaan impedansi akustik medan suara yang dihasilkan. Dari perbedaan itu kemudian diturunkan harga koefisien serap bahan. Koefisien serap yang diukur dalam hal ini adalah koefisien serap arah tegak lurus bahan. Biasanya cara tersebut digunakan untuk mengukur harga koefisien serap dari material-material baru.

Skema tabung Impedansi
picture8

0 komentar:

Poskan Komentar

kawan... tolong dikomentari ea...