Ads 468x60px

Senin, 14 November 2011

Memulai Langkah Sukses


                        Berkas sinar terang sudah nampak di jendela barat kamarku, membangunkan relung-relung jawa yang masih lelah ini. sesegera diri ini bergegas mengambil air suci, menunaikan syarat pengabdianku pada Tuhanku, Sholat subuh. Tak seperti biasanya, ini pagi kulihat seorang kawan seperjuangan, pemuda bangsa, calon pemimpin negeri, calon orang sukses, nampak sibuk di dapur berbalut kaos putih dengan rambut gondrongnya.
                Kami, sekumpulan pemuda perantuan di kota pahlawan, belajar tentang kehidupan ini dan berharap kelak kebahagiaan yg ‘kan kami raih, kesuksesan dan kebanggaan dari orang tua kami. Aku ingin orang tuaku bangga, bahagia, dan tidak merasa menyesal telah memberikan yang terbaik untukku. Mungkin itu pula yang ada dibenak kawanku itu.
                Terlahir dari keluarga ekonomi pas-pasan, dengan jumlah saudara yang tidak sedikit, membuat perjuangannya terasa berat. Namun,hanya dia yang bisa menempuh pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi. Sungguh, karunia illahi yang begitu indahnya.
                Andri wiono, sapaan akrabnya ‘manand’, ia memulai jalan itu. Jalan kesuksesan itu, jalan membahagiakan orang tua, yang kami semua inginkan. Sudah sejak lama, bocah kediri itu menuangkan gagasan kewirausahaannya. Membuat
terang bulan. Bagi sgolongan pemuda berduit, enggan rasanya berjualan. Tapi bagi kami, apapun asalkan halal, semampu kami tetap berusaha mengangkat beban yang terpikul oleh bahu orang tua kami.
                Senyum manisnya, menyapaku,
menawari buah tangannya pagi ini. Terang Bulan edisi perdana J. Usai ucap salam pada takhiyat akhir dan haturan do’a-do’a anak emak, kusempatkan membantu kawanku. Adonan dengan resep rahasia, loyang yang tersiksa panasnya api di atas kompor LPG, mentega, kacang yang hancur remuk, dan karya yang siap hidang, tertata rapi diatas meja dapur yang biasanya berantakan.
                Tepat pukul 6 kurang 1 menit, beranjak ia dan kandatz menjajakan terang bulan perdana ke kantin kejujuran fisika. Dengan penuh harap, tetesan keringat ini menghasilkan laba untuk makan esok.
Semoga Allah senantiasa memberikan yang terbaik untuk kita.

Ditulis untuk kawan2 kontrakan (manand, kandatz, iyut, torjun, echo, kang tohar, rizki, andy, aharzu)
Dan selamat datang penghuni baru kontrakan, Alan deta ash.

2 komentar:

  1. hiks terharu aku mas ;D hehe
    hemm keren mas. mas manandnya yang keren bukan mas aharzu :P
    btwwwww maas, aku belikan ya mas terangbulannya :D

    BalasHapus
  2. wah, aku gag keren i...:(

    beli aja langsung,
    tersedia di kantin kejujuran fisika :D

    BalasHapus

kawan... tolong dikomentari ea...