Terima kasih sudah berkunjung. Selamat membaca, dan mohon komentarnya. -arifudin_aharzu

Cari 'sesuatu'

Memuat...

Ilmu Logam (Metalurgi)


Ilmu logam dibagi menjadi dua bagian khusus, yaitu metalurgi dan metalografi. Metalurgi adalah menguraikan tentang cara pemisahan logam dari ikatan unsur lain atau cara pengolahan logam secara teknis, sehingga diperoleh jenis logam atau logam paduan yang memenuhi kebutuhan tertentu. Sedangkan Metalografi adalah mempelajari tentang pemeriksaan logam untuk mengetahui sifat, struktur, temperatur dan persentase campuran dari logam tersebut.

a. Pemeriksaan Makro (Macrocospic Examination)

Yang dimaksud dengan pemeriksaan makro adalah pemeriksaan bahan dengan mata kita langsung atau memakai kaca pembesar dengan pembesaran rendah (a low magnification)
Kegunaannya untuk memeriksa permukaan yang terdapat celah-celah, lubang-lubang pada struktur logam yang sifatnya rapuh, bentuk-bentuk patahan benda uji bekas pengujian mekanis yang selanjutnya dibandingkan dengan beberapa logam menurut bentuk dan strukturnya antara satu dengan yang lain menurut kebutuhannya. Angka pembesaran pemeriksaan makro antara 0,5 kali sampai 50 kali.

Pemeriksaan secara makro biasanya untuk bahan-bahan yang memiliki struktur kristal yang tergolong besar dan kasar, seperti misal logam hasil coran atau tuangan, serta bahan-bahan yang termasuk non metal.

b. Pemeriksaan Mikro (Microscopic Examination)

Yang dimaksud dengan pemeriksaan mikro ialah pemeriksaan bahan logam di mana bentuk kristal logam tergolong halus sehinga diperlukan angka pembesaran lensa mikroskop antara 50 kali sampai 3000 kali atau ebih dengan menggunakan mikroskop industri.

Quantum Wave Mechanical Model Part One

Bohr's model of the atom was both a success and a failure.  It successfully predicted the frequencies of the lines in the hydrogen spectrum and it adequately explained how atomic spectra worked
There were several problems that bothered physicists and chemists:
  • The model was a total failure when it tried to predict energy levels for atoms with more than one electron. 
  •  Why should electrons be confined to only specified energy levels?
  • Why don't electrons give off light all of the time?
    • As electrons change direction in their circular orbits (i.e., accelerate), they should give off light.
  • The Bohr model could explain the spectra of atoms with one electron in the outer shell very well, but was not very good for those with more than one electron in the outer shell.
  • Why could only two electrons fit in the first shell and why eight electrons in each shell after that? What was so special about two and eight?
Obviously, the Bohr model was missing something!
In 1924, a French physicist named Louis de Broglie suggested that, like light, electrons could act as both particles and waves. De Broglie's hypothesis was soon confirmed in experiments that showed electron beams could be diffracted or bent as they passed through a slit much like light could. So, the waves produced by an electron confined in its orbit about the nucleus sets up a standing wave of specific wavelength, energy and frequency (i.e., Bohr's energy levels) much like a guitar string sets up a standing wave when plucked.
De Broglie's vision of Bohr's atom  
   
The diagram above illustrates an electron standing wave vibrating in an orbit around a nucleus of an atom.  Only integral numbers of wavelengths are allowed. Below is a series of diagrams that illustrate the allowed vibrations of a string fixed on both ends. If a string is fixed on both ends, then the only waves that can occur are those with zero amplitude at those fixed ends; such points of zero amplitude are called nodes. Below we show four of the infinite number of vibrations with a node at each end. These vibrations are called standing waves.

One String Vibrating - 1/2 wavelength - One loop, two nodes
quantum number n = 1  -
Click on Graphic for animation
One String Vibrating - 1 wavelength - 2 loops, 3 nodes
quantum number n = 2 - Click on Graphic for Animation
One String Vibrating - 2 wavelengths - 4 loops, 5 nodes
quantum number n = 4 - Click on Graphic for Animation

De Broglie carried the idea of standing waves to the Bohr atom. Standing waves in a circular orbit can exist only if the circumference of the orbit is an integral number of the wavelengths (see figure 1).  For a standing wave around the orbit the following must be true
            2Πr = nλ
The electrons moving in an orbit have a certain momentum given by the expression
P = mv
The wavelength of the electron can be expressed as a function of momentum
            P = h
Substituting for momentum De Broglie got
            mv = h
Solving for λ de Broglie derived the following relationship
            λ = h/mv
where h is Planck’s constant, m is the mass of the particle, and v is the velocity.
De Broglie proposed this relationship as a general one. With every particle, there is an associated wave.  The wavelength of the particle depends on its mass and how fast it is moving.

Algoritma

Dalam matematika dan komputasi, algoritma atau algoritme [1] merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugasnya selesai.
Desain dan analisis algoritma adalah suatu cabang khusus dalam ilmu komputer yang mempelajari karakteristik dan performa dari suatu algoritma dalam menyelesaikan masalah, terlepas dari implementasi algoritma tersebut. Dalam cabang disiplin ini algoritma dipelajari secara abstrak, terlepas dari sistem komputer atau bahasa pemrograman yang digunakan. Algoritma yang berbeda dapat diterapkan pada suatu masalah dengan kriteria yang sama.
Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma tersebut untuk menyelesaikan masalah. Secara informal, algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki kompleksitas yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan masalahnya mempunyai kompleksitas yang tinggi.

Laporan Praktikum Massa zat-zat pada reaksi kimia

A. Judul : Massa zat-zat pada reaksi kimia
B. Tujuan : Mempelajari hokum kekekalan massa
C. Kajian Teori :
Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut(dalam sistem tertutup Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (tetap/konstan) ). Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.
Hukum kekekalan massa digunakan secara luas dalam bidang-bidang seperti kimia, teknik kimia, mekanika, dan dinamika fluida. Berdasarkan ilmu relativitas spesial, kekekalan massa adalah pernyataan dari kekekalan energi. Massa partikel yang tetap dalam suatu sistem ekuivalen dengan energi momentum pusatnya. Pada beberapa peristiwa radiasi, dikatakan bahwa terlihat adanya perubahan massa menjadi energi. Hal ini terjadi ketika suatu benda berubah menjadi energi kinetik/energi potensial dan sebaliknya. Karena massa dan energi berhubungan, dalam suatu sistem yang mendapat/mengeluarkan energi, massa dalam jumlah yang sangat sedikit akan tercipta/hilang dari sistem. Namun demikian, dalam hampir seluruh peristiwa yang melibatkan perubahan energi, hukum kekekalan massa dapat digunakan karena massa yang berubah sangatlah sedikit.
Contoh hukum kekekalan massa
Hukum kekekalan massa dapat terlihat pada reaksi pembentukan hidrogen dan oksigen dari air. Bila hidrogen dan oksigen dibentuk dari 36 g air, maka bila reaksi berlangsung hingga seluruh air habis, akan diperoleh massa campuran produk hidrogen dan oksigen sebesar 36 g. Bila reaksi masih menyisakan air, maka massa campuran hidrogen, oksigen dan air yang tidak bereaksi tetap sebesar 36 g.
Air -> Hidrogen + Oksigen (+ Air)
(36 g) (36 g)
Sejarah Hukum Kekekalan Massa
Hukum kekekalan massa diformulasikan oleh Antoine Lavoisier pada tahun 1789. Oleh karena hasilnya ini, ia sering disebut sebagai bapak kimia modern. Sebelumnya, Mikhail Lomonosov (1748) juga telah mengajukan ide yang serupa dan telah membuktikannya dalam eksperimen. Sebelumnya, kekekalan massa sulit dimengerti karena adanya gaya buoyan atmosfer bumi. Setelah gaya ini dapat dimengerti, hukum kekekalan massa menjadi kunci penting dalam merubah alkemi menjadi kimia modern. Ketika ilmuwan memahami bahwa senyawa tidak pernah hilang ketika diukur, mereka mulai melakukan studi kuantitatif transformasi senyawa. Studi ini membawa kepada ide bahwa semua proses dan transformasi kimia berlangsung dalam jumlah massa tiap elemen tetap.
Kekekalan massa vs. penyimpangan
Ketika energi seperti panas atau cahaya diijinkan masuk ke dalam atau keluar dari sistem, asumsi hukum kekekalan massa tetap dapat digunakan. Hal ini disebabkan massa yang berubah karena adanya perubahan energi sangatlah sedikit. Sebagai contoh adalah perubahan yang terjadi pada peristiwa meledaknya TNT. Satu gram TNT akan melepaskan 4,16 kJ energi ketika diledakkan. Namun demikian, energi yang terdapat dalam satu gram TNT adalah sebesar 90 TJ (kira-kira 20 miliar kali lebih banyak). Dari contoh ini dapat terlihat bahwa massa yang akan hilang karena keluarnya energi dari sistem akan jauh lebih kecil (dan bahkan tidak terukur) dari jumlah energi yang tersimpan dalam massa materi.
Penyimpangan
Penyimpangan hukum kekekalan massa dapat terjadi pada sistem terbuka dengan proses yang melibatkan perubahan energi yang sangat signifikan seperti reaksi nuklir. Salah satu contoh reaksi nuklir yang dapat diamati adalah reaksi pelepasan energi dalam jumlah besar pada bintang. Hubungan antara massa dan energi yang berubah dijelaskan oleh Albert Einstein dengan persamaan E = m.c2. E merupakan jumlah energi yang terlibat, m merupakan jumlah massa yang terlibat dan c merupakan konstanta kecepatan cahaya. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada sistem tertutup, karena energi tidak keluar dari sistem, massa dari sistem tidak akan berubah.
Hukum kekekalan menyatakan bahwa properti tertentu yang dapat diukur dari sistem fisika terisolasi tidak berubah selagi sistem berubah. Berikut ini adalah daftar sebagian dari hukum kekekalan yang tidak pernah menunjukan tidak tepat. (Sebenarnya, dalam relativitas umum, energi, momentum, dan momentum sudut tidak kekal karena ada lekukan umum wakturuang “manifold” yang tidak memiliki simetri pembunuhan untuk translasi atau rotasi).
Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.
Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen subatom yang membentuk atom; proton, elektron, dan neutron. Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.
Suatu ‘zat kimia’ dapat berupa suatu unsur, senyawa, atau campuran senyawa-senyawa, unsur-unsur, atau senyawa dan unsur. Sebagian besar materi yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu bentuk campuran, misalnya air, aloy, biomassa, dll.
Berdasarkan serangkaian percobaan Antoine Lavoisier tentang pembakaran merkuri membentuk merkuri oksida yang selanjutnya bila dipanaskan kembali akan terurai menghasilkan sejumlah cairan merkuri dan gas oksigen yang jumlahnya sama dengan yang dibutuhkan waktu pembentukan merkuri oksida. Lavoisier mengemukakan bahwa pada reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa. Hokum kekekalam massa menyatakan : “ Massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama “ berlaku untuk semua reaksi kimia dengan menghasilkan zat-zat baru.
Massa (berasal dari bahasa Yunani μάζα) adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku objek yang terpantau. Dalam kegunaan sehari-hari, massa biasanya disinonimkan dengn berat. Namun menurut pemahaman ilmiah modern, berat suatu objek diakibatkan oleh interaksi massa dengan medan gravitasi.
Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan antarubahan senyawa kimia. Senyawa ataupun senyawa-senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan kimia, walaupun pada dasarnya konsep umum reaksi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi partikel-partikel elementer seperti pada reaksi nuklir.
Reaksi-reaksi kimia yang berbeda digunakan bersama dalam sintesis kimia untuk menghasilkan produk senyawa yang diinginkan. Dalam biokimia, sederet reaksi kimia yang dikatalisis oleh enzim membentuk lintasan metabolisme, di mana sintesis dan dekomposisi yang biasanya tidak mungkin terjadi di dalam sel dilakukan.

1.HUKUM KEKEKALAN MASSA = HUKUM LAVOISIER
“Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap”.
Contoh:
hidrogen + oksigen ® hidrogen oksida
(4g) (32g) (36g)

2.HUKUM PERBANDINGAN TETAP = HUKUM PROUST
“Perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap-tiap senyawa adalah tetap”
Contoh:
a. Pada senyawa NH3 : massa N : massa H
= 1 Ar . N : 3 Ar . H
= 1 (14) : 3 (1) = 14 : 3
b. Pada senyawa SO3 : massa S : massa 0
= 1 Ar . S : 3 Ar . O
= 1 (32) : 3 (16) = 32 : 48 = 2 : 3
Keuntungan dari hukum Proust:
bila diketahui massa suatu senyawa atau massa salah satu unsur yang membentuk senyawa tersebut make massa unsur lainnya dapat diketahui.

3.HUKUM PERBANDINGAN BERGANDA = HUKUM DALTON
“Bila dua buah unsur dapat membentuk dua atau lebih senyawa untuk massa salah satu unsur yang sama banyaknya maka perbandingan massa unsur kedua akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana”.
Contoh:
Bila unsur Nitrogen den oksigen disenyawakan dapat terbentuk,
NO dimana massa N : 0 = 14 : 16 = 7 : 8
NO2 dimana massa N : 0 = 14 : 32 = 7 : 16
Untuk massa Nitrogen yang same banyaknya maka perbandingan massa Oksigen pada senyawa NO : NO2 = 8 :16 = 1 : 2

4. HUKUM-HUKUM GAS
Untuk gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT
dimana:
P = tekanan gas (atmosfir)
V = volume gas (liter)
n = mol gas
R = tetapan gas universal = 0.082 lt.atm/mol Kelvin
T = suhu mutlak (Kelvin)
Perubahan-perubahan dari P, V dan T dari keadaan 1 ke keadaan 2 dengan kondisi-kondisi tertentu dicerminkan dengan hukum-hukum berikut:

A.HUKUM BOYLE
Hukum ini diturunkan dari persamaan keadaan gas ideal dengan
n1 = n2 dan T1 = T2 ; sehingga diperoleh : P1 V1 = P2 V2

B. HUKUM GAY-LUSSAC
“Volume gas-gas yang bereaksi den volume gas-gas hasil reaksi bile diukur pada suhu dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat den sederhana”.
Jadi untuk: P1 = P2 dan T1 = T2 berlaku : V1 / V2 = n1 / n2
Jadi massa gas nitrogen = 14 gram.

C. HUKUM BOYLE-GAY LUSSAC
Hukum ini merupakan perluasan hukum terdahulu den diturukan dengan keadaan harga n = n2 sehingga diperoleh persamaan:
P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2
D. HUKUM AVOGADRO
“Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah mol yang sama. Dari pernyataan ini ditentukan bahwa pada keadaan STP (0o C 1 atm) 1 mol setiap gas volumenya 22.4 liter volume ini disebut sebagai volume molar gas.

D. Rancangan Percobaan :
1. Alat dan bahan
- Labu Erlenmeyer
- Sumbat karet
- Tabung reaksi kecil
- Benang
- Neraca
- CuSO4 0,2 M
- NaOH 0,2 M
- KI 0,2 M
- Pb(NO3)2 0,2 M
2. Langkah – Langkah percobaan
1. masukkan 10 ml larutan NaOH ke dalam Erlenmeyer dan 5 ml larutan CuSO4 kedalam tabung reaksi kecil. Kemudian masukkan tabung reaksi kecil ke dalam Erlenmeyer seperti tampak pada gambar 5.
2. Timbang Erlenmeyer beserta isinya dan catat massanya
3. Miringkan tabung reaksi sehingga ke dua larutam dapat bercampur. Perhatikan apa yang terjadi!
4. Timbang kembali Erlenmeyer beserta isinya dan catat massanya
5. Lakukan percobaan yang sama dengan menggunakan 10 ml larutan KI dan 5 ml larutan Pb(NO3)2
6. Catat semua pengamatan saudara !
Gambar percobaan :





G. Diskusi
Dalam percobaan kali ini kami tidak mengalami masalah atau ganjalan. Semua percobaan berjalan lancer dan sesuai rencana yang ada. Hanya dalam menimbang zat harus membutuhkan ketelitian dan kesabaran.




H. Simpulan
Massa zat sebelum reaksi akan sama dengan massa zat sesudah bereaksi



I. Jawab Pertanyaan
1. Jelaskan perbedaan antara teori dan hukum ?
teori dalam ilmu pengetahuan berarti model atau kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami atau fenomena sosial tertentu. Teori dirumuskan, dikembangkan, dan dievaluasi menurut metode ilmiah. Teori juga merupakan suatu hipotesis yang telah terbukti kebenarannya.
Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer
2. Gunakan teori Atom Dalton unutuk menjelaskan hokum kekekalan massa !
Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut(dalam sistem tertutup Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (tetap/konstan) ). Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.
John Dalton mengemukakan hipotesa tentang atom berdasarkan Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier) dan Hukum Perbandingan Tetap (Proust). Teori yang diusulkan Dalton:
1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri dari atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan listrik. Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menyebabkan terjadinya daya hantar listrik.
4. Senyawa tersusun di dua atom atau lebih.
J.Daftar Pustaka
• Atkins, P.W. Galileo’s Finger (Oxford University Press)
• Atkins, P.W. Physical Chemistry (Oxford University Press) ISBN 0-19-879285-9
• Atkins, P.W. et al. Molecular Quantum Mechanics (Oxford University Press)
• Atkins, P.W., Overton,T., Rourke,J., Weller,M. and Armstrong,F. Shriver and Atkins inorganic chemistry(4th edition) 2006(Oxford University Press) ISBN 0-19-926463-5
• Chang, Raymond. Chemistry 6th ed. Boston: James M. Smith, 1998. ISBN 0-07-115221-0.
• Clayden,J., Greeves,N., Warren,S., Wothers,P. Organic Chemistry 2000 (Oxford University Press) ISBN 0-19-850346-6
• McWeeny, R. Coulson’s Valence (Oxford Science Publications) ISBN 0-19-855144-4
• Pauling, L. General Chemistry (Dover Publications) ISBN 0-486-65622-5
• Pauling, L. The Nature of the chemical bond (Cornell University Press) ISBN 0-8014-0333-2
• Pauling, L., and Wilson, E. B. Introduction to Quantum Mechanics with Applications to Chemistry (Dover Publications) ISBN 0-486-64871-0
• Smart and Moore Solid State Chemistry: An Introduction (Chapman and Hall) ISBN 0-412-40040-5
• Stephenson, G. Mathematical Methods for Science Students (Longman)ISBN 0-582-44416-0
• Voet and Voet Biochemistry (Wiley) ISBN 0-471-58651-X
• Tim kimia dasar.2009.Penuntun praktikum Kimia dasar I.Surabaya:Unipress

Laporan Praktikum thermokimia

A. Judul : Termokimia

B. Tujuan : – Membuktikan bahwa setiap reaksi kimia disertai
penyerapan atau pelepasan kalor
- Menghitung perubahan kalor yang terjadi dalam
Berbagai reaksi kimia

C. Kajian Teori :
Setiap Reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energi dalam bentuk kalor, yaitu dengan cara melepaskan sejumlah kalor ( reaksi eksoterm ) atau menyerap kalor ( reaksi endoterm ). Termokimia mempelajari perubahan kalor dalam suatu reaksi kimia. Jika suatu system reaksi diberikan sejumlah energi dalam bentuk kalor (q), maka system akan melakukan kerja yang maksimum ( W = p . ΔV ). Setelah kerja sisitem menyimpan sejumlah energi yang disebut energi dalam ( U ). Secara matematis, perubahan energi dalam dirumuskan sebagai berikut :
Δ U = Δ q ± Δ V
Jumlah kalor dari hasil reaksi kimia dapat diukur dengan suatu alat yang disebut calorimeter. Jumlah kalor yang diserap calorimeter untuk menaikkan suhu satu derajat disebut tetapan calorimeter, satuannya JK-¹.

D. Rancangan Percobaan :
1. Alat dan bahan
- Kalorimeter
- Pipet Ukur
- Gelas kimia 100 ml
- Spatula
- Thermometer
- CuSO4 0,5 M
- NaOH 0,5 M
- HCl 0,5 M
- Serbuk Zn

2. Langkah – Langkah percobaan
1. Penentuan Tetapan calorimeter
a. Masukkan 25 ml air kedalam calorimeter dengan pipet ukur. Catat temperaturnya ( T1 )
b. Panaskan 25 ml air dalam gelas kimia sampai kenaikan suhu kira-kira 10º C dari suhu kamar. Catat temperaturnya ( T2 ). Campurkan air panas ini kedalam calorimeter yang berisi air dingin. Kocok dan catat temperature maksimum yang konstan ( ΔT ).
c. Hitung tetapan calorimeter
2. Penentuan kalor reaksi Zn – CuSO4
a. Masukkan 25 ml CuSO4 1 M kedalam calorimeter. Catat temperaturnya ( T3 )
b. Timbang 0,5 gram serbuk Zn ( Ar Zn = 65,4 )
c. Masukkan serbuk Zn kedalam calorimeter yang berisi larutan CuSO4. catat temperature maksimum yang konstan ( T4 )
d. Hitung kalor penetralan yang terukur.
3. Penentuan kalor penetralan HCl – NaOH
a. Masukkan 25 ml HCl 1 M kedalam calorimeter. Catat temperaturnya ( T5 )
b. Ukur 25 ml NaOH 1 M dan atur temperaturnya sedemikian hingga sama dengan temperature larutan HCl.
c. Campurkan larutan NaOH ini dengan larutan HCl dalam calorimeter. Catat temperature campuran yang maksimum dan konstan ( T6 )
d. Hitung kalor penetralan yang terukur.
Gambar percobaan :






- Perhitungan :
1. Tetapan calorimeter
a. Kalor yang diserap air dingin, q1
q1 = massa air dingin X kalor jenis air X kenaikan suhu
b. Kalor yang diserap air panas, q2
q2 = massa air panas X kalor jenis air X penurunan suhu
c. Kalor yang diserap kalorimeter, q3
q3 = q2 – q1
d. Tetapan calorimeter , K
K = Joule / K
Catatan :
Massa jenis air dianggap konstan 1,0 gr / mL
Kalor jenis air dianggap konstan 4,2 J / gr K
2. Kalor reaksi Zn – CuSO4
a. Kalor yang diserap calorimeter , q4
q4 = k X ( T4 – T3 )
b. Kalor yang diserap larutan , q5
q5 = massa larutan X kalor jenis larutan X kenaikan suhu
c. Kalor yang dihasilkan sistem reaksi , q6
q6 = q5 + q4
d. Kalor reaksi yang dihasilkan dalam satu mol larutan
ΔHr = Joule / mol
3. Kalor Penetralan HCl – NaOH
a. Kalor yang diserap larutan , q7
q7 = massa larutan X kalor jenis larutan X kenaikan suhu
b. Kalor yang diserap calorimeter, q8
q8 = k X ( T6 – T5 )
c. Kalor yang dihasilkan sistem reaksi, q9
q9 = q7 + q8
d. Kalor penetralan yang dihasilkan dalam satu mol larutan
ΔHn = Joule / mol
Catatan :
1) Dianggap kenaikan temperature ( T6 – T5 ) pada reaksi ini menghasilkan 0,100 mL NaOH. Volume larutan adalah 100 mL.
2) Massa jenis larutan 1,03 gr / mL
3) Kalor jenis larutan = 3,69 J / gr K


G. Diskusi
Termokimia dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu kimia yang mempelajari dinamika atau perubahan reaksi kimia dengan mengamati panas/termal nya saja. Salah satu terapan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari ialah reaksi kimia dalam tubuh kita dimana produksi dari energi-energi yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk semua tugas yang kita lakukan. Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu bara dipakai untuk pembangkit listrik. Bensin yang dibakar dalam mesin mobil akan menghasilkan kekuatan yang menyebabkan mobil berjalan. Bila kita mempunyai kompor gas berarti kita membakar gas metan (komponen utama dari gas alam) yang menghasilkan panas untuk m emas ak. Dan melalui urutan reaksi yang disebut metabolisme, makanan yang dimakan akan menghasilkan energi yang kita perlukan untuk tubuh agar berfungsi.
Hampir semua reaksi kimia selalu ada energi yang diambil atau dikeluarkan. Mari kita periksa terjadinya hal ini dan bagaimana kita mengetahui adanya perubahan energi.
Peristiwa termokimia
Misalkan kita akan melakukan reaksi kimia dalam suatu tempat tertutup sehingga tak ada panas yang dapat keluar atau masuk kedalam campuran reaksi tersebut. Atau reaksi dilakukan sedemikian rupa sehingga energi total tetap sama. Juga misalkan energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi sehingga waktu reaksi terjadi ada penurunan energi potensial. Tetapi energi ini tak dapat hilang begitu saja karena energi total (kinetik dan potensial) harus tetap konstan. Sebab itu, bila energi potensialnya turun, maka energi kinetiknya harus naik berarti energi potensial berubah menjadi energi kinetik. Penambahan jumlah energi kinetik akan menyebabkan harga rata-rata energi kinetik dari molekulmolekul naik, yang kita lihat sebagai kenaikan temperatur dari campuran reaksi. Campuran reaksi menjadi panas.
Kebanyakan reaksi kimia tidaklah tertutup dari dunia luar. Bila campuran reaksi menjadi panas seperti digambarkan dibawah, panas dapat mengalir ke sekelilingnya. Setiap perubahan yang dapat melepaskan energi ke sekelilingnya seperti ini disebut perubahan eksoterm. Perhatikan bahwa bila terjadi reaksi eksoterm, temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan turun.
Kadang-kadang perubahan kimia terjadi dimana ada kenaikan energi potensial dari zat-zat bersangkutan. Bila hal ini terjadi, maka energi kinetiknya akan turun sehingga temperaturnya juga turun. Bila sistem tidak tertutup di sekelilingnya, panas dapat mengalir ke campuran reaksi dan perubahannya disebut perubahan endoterm. Perhatikan bahwa bila terjadi suatu reaksi endoterm, temperatur dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat-zat yang ikut dalam reaksi akan naik.


H. Simpulan
Reaksi kimia berlangsung dengan menyerap dan melepaskan energi.Jika membebaskan energi disebur reaksi eksoterm, sedangkan yang menyerap energi disebut reaksi endoterm.
Sistem adalah bagian dari alam semesta yang sedang menjadi pusat perhatian, sedangkan lingkungan adalah bagian dari alam semesta yang berinteraksi dengan sistem.
Kalor adalah energi yang berpindah dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya karena perbedaan suhu, sehingga q dapat dituliskan q = m x ∆t atau q = C x ∆t


I. Daftar Pustaka
www.crayonpedia.org
www.wikipedia.com
www.google.com
Tim kimia dasar.2009.Penuntun praktikum Kimia dasar I.Surabaya:Unipress

indonesia mengajar

Surabaya(19/01). “banyak anak-anak yang hidup di pelosok, masih kurang mendapat perhatian terutama dalam bidang pendidikan”. Itulah merupakan salah satu ungkapan dari Anies Baswedan saat mengisi seminar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kemarin. Pria yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina yang juga pendiri Indonesia Mengajar mensosialisasikan kepada seluruh mahasiswa Unesa yang hadir dalam seminar tersebut. Untuk menjadi pengajar di pelosok daerah yang masih minim tingkat pendidikannya.

Seminar yang bertema kan “setahun mengajar, seumur hidup menginspirasi” mengajak kaum muda yang lulusan sarjana untuk menjadi pengajar muda di daerah pedalaman. Menurut bang anies-panggilan akrabnya, program Indonesia Mengajar ini bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa khususnya mereka yang ada di pelosok daerah dengan memasok pengajar berkualitas sekaligus memberi memberikan pengalaman bagi tenaga pengajar untuk hidup di tengah rakyat dengan daerah terpencil. Dengan demikian di harapkan akan muncul bibit baru yang kemudian di kembangkan untuk memajukan Indonesia di masa depan.

Program tersebut berdiri selain rasa kepedulian anies terhadap pendidikan di Indonesia, juga terinspirasi dari pengiriman tenaga mahasiswa (PTM) yang pernah terjadi sekitar tahun 1950, kemudian di kembangkan oleh pria yang pernah masuk 100 intelektual muda dunia versi majalah foreign policy hingga menjadi program seperti saat ini.

Masa mengajar di daerah pelosok hanya selama 1 tahun saja, hal ini di jelaskan oleh Anies, Indonesia Mengajar menginginkan para pengajarnya untuk melanjutkan studi nya ke institusi-institisi dunia untuk meraih ilmu dan prestasi sebanyak-banyaknya. Kemudian mengembangkan Indonesia lebih cerdas.

Dia menambahkan akan memilki banyak manfaat dengan menjadi pengajar muda di daerah pelosok negeri. Salah satu di antaranya yang terpenting adalah ikatan tenun Indonesia lebih dekat, atau rasa nasionalis mereka semakin kuat.

Pria kelahiran kuningan-jawa barat ini, mengatakan pengajar muda yang telah di kirim ke daerah pelosok, bukanlah orang berlatang belakang biasa-biasa saja. Namun mereka merupakan pengajar yang pernah bekerja di perusahaan instansi besar dengan gaji di atas rata-rata. Lalu meninggalkan semua kenyamanan yang di miliki hanya karena kepeduliannya ingin memajukan bangsa dan negaranya.

Dalam seminar tersebut turut hadir pula penjabat di tingkat rektorat. Pembantu Dekan III, Prof. Warsono menghimbau kepada mahasiswa Unesa untuk ikut andil sebagai pengajar muda di Indonesia Mengajar. Dia menambahkan hal yang luar biasa bagi pemuda Indonesia yang lulusan sarjana berani mengahadapi tantangan untuk mengajar di daerah pelosok hanya demi indonesia lebih maju. (ardi rifa'i)

Waktu

Populer Pekan INI

Add Facebook Saya
Follow Twitter Saya
Google Plus